Iran Menuding Arab Saudi Terlibat Dibalik Serangan di Makam Ayatollah Khomeini
Dalam kejadian itu disebutkan ada 12 orang yang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka. Pasukan militan ISIS baru-baru juga telah mengklaim berada di balik serangan tersebut.
Namun, Garda Revolusioner Iran menuding Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi juga terlibat dalam mendorong ISIS melancarkan serangan di Iran. Mereka juga bersumpah akan balas dendam.
"Garda Revolusioner memastikan jika mereka tidak akan membiarkan darah orang tak bersalah tertumpah tanpa adanya pembalasan," ujar pihak Garda Revolusioner. "Aksi ini terjadi hanya berselang seminggu setelah pertemuan Presiden AS dengan pemimpin salah satu pembangkang (Arab Saudi) dan itu menunjukkan jika mereka terlibat aksi biadab ini."
Meski begitu belakangan ada kabar yang menyebutkan jika penyerang di Teheran semuanya adalah warga Iran. Pelaku yang diperkirakan berusia 20-25 itu diyakini memang telah bergabung dengan ISIS.
Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri sebelumnya telah menyatakan simpatinya untuk Iran dan mengutuk aksi teror tersebut. "Indonesia menegaskan kembali bahwa aksi teror adalah bentuk tindak kriminal yang tidak dapat dibenarkan, apa pun alasan yang memotivasinya, di mana pun dilakukan, kapan pun dan oleh siapa pun," ujar pihak Kemenlu.
Melalui pernyataanya Kemlu RI juga mengimbau warga indonesia (WNI) yang ada di Iran untuk waspada dan terus mengikuti perkembangan situasi. Mereka juga diimbau untuk menghindari tempat ramai.

No comments: