Presiden Turki : Saya Gemetaran Saat Mengabarkan Dubes Rusia Mati Tertembak
Seorang sumber mengatakan reaksi Presiden Turki Erdogan saat mengabarkan kematian Dubes Rusia.
Kematian Andrey Karlov menjadi kematian yang paling menggemparkan di tahun 2016. Andrey adalah Kedubes Rusia untuk Turki yang mati tewas ditembak oleh Mevlut Altintas saat sedang berpidato dalam suatu acara di Distrik Cankaya, Ankara.
Tewasnya Andres Karlov membuat sejumlah pejabat tinggi di Turki panik. Bahkan, seorang sumber dikantor kepresidenan menyebutkan jika Presiden Recep Tayyip Erdogan sempat bingung saat harus mengabarkan berita duka ini pada Vladimir Putin.
Menurut sumber tersebut, Presiden Erdogan gemetaran saat sedang menelepon Vladimir Putin. Karena kasus ini bisa berpotensi membuat hubungan kedua negara memburuk jika tidak diselesaikan dengan baik.
Setelah mendapat berita, Pihak Rusia segera membuat pernyataan jika kasus penembakan ini adalah serangan teroris. Rusia berpikir penembakan ini ingin membuat provokasi untuk membuat hubungan Rusia dan Turki memburuk. Hal yang sama juga diucapkan oleh Presiden Turki.
Aksi tersebut diduga terkait hubungan Rusia dan Turki pada konflik yang terjadi di Suriah. Pasalnya usai menembak, pelaku sempat meneriakkan kalimat dalam bahasa Arab yang berarti, "Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Suriah!".

No comments: