dewajudiqq
Breaking News
recent

Jelang Pelantikannya, Donald Trump Menyiapkan Kerajaan Bisnisnya

Simak bagaimana cara Donald Trump mengoperasikan kerajaan bisnisnya sementara dia memegang jabatan sebagai Presiden baru AS.


Hanya dalam hitungan beberapa hari lagi Donald Trump akan dilantik menjadi Presiden AS yang baru. Mengenai bisnisnya, Trump akan mengumumkan sudah memiliki skenario untuk kelangsungan bisnis pribadi selama dia menjabat sebagai Presiden.

Trump menyatakan akan mengalihkan kerajaan bisnisnya kepada kedua anak laki-lakinya. Erik dan Donald Trump Jr akan bekerja sama dengan Chief Financial Officer (CFO) Trump Organization, Allen Weisselberg, dalam mengawasi dan menjalankan bisnis keluarga tersebut. Trump juga memperkenalkan Sherri Dillon dan firma hukum Morgan yang akan bertindak sebagai kuasa hukum yang mengerjakan segala rencana ppengalihan bisnis yang ia miliki.

"Sebenarnya saya bisa saja menjalankan bisnis ini seperti biasa, dan menjalankan tugas pemerintahan pada saat yang bersamaan," ujar Trump. "Saya hanya tak suka dengan kesan yang muncul dari keadaan itu. Namun, saya bisa jika saya mau."

Dillon mengatakan, jaringan bisnis dan investasi Trump sudah akan diletakkan dalam trust sebelum hari pelantikan pada 20 Januari mendatang. Trust merupakan suatu konsep pemisahan kepemilikan antara pemilik benda secara hukum (legal owner) dan pemilik manfaat atas benda tersebut.

Trump juga mengatakan, kedua putranya yang akan mengendalikan langsung kelanjutan perusahaannya. Sementara itu, anak perempuan Trump, Ivanka, yang suaminya ditunjuk menjadi penasihat senior Gedung Putih 'tidak akan dapat peran lebih' dalam manajemen bisnis Trump.

Trump pun tidak akan menyepakati bisnis luar negeri yang diambil oleh uniit-unit usaha Trump. Kesepakan bisnis domestik pun akan dijalankan dengan beberapa batasan. Terkait masukan dari banyak pihak agar Trump menjual unit-unit bisnisnya, Dillon menilai ide itu hanya akan memperbesar kemungkinan konflik kepentingan.

Trump juga memberikan jaminan bahwa warga AS akan mendapatkan keuntungan dari bisnisnya. Pasalnya, Trump telah memerintahkan seluruh pembayaran pemerintah luar negeri terkait layanan jaringan hotel miliknya akan didonasikan kepada Departemen Keuangan AS.

No comments:

Powered by Blogger.