Donald Trump Meminta Warga AS Tetap Tenang dan Bersatu
Menanggapi tragedi tersebut, Presiden Donald Trump meminta warga AS bersatu
"Persatuan kita tak dapat dihancurkan oleh kejahatan, ikatan yang mempersatukan bangsa ini tak bisa dipatahkan oleh kekerasan. Meski kita murka atas pembunuhan yang terjadi pada sesama warga, namun cinta yang menyatukan kita bersama, selalu dan selamanya," kata Trump dari Ruang Diplomatik Gedung Putih, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (3/10/2017).
Menghindari gesekan politik, misalnya dengan tak menyinggung isu pembatasan kepemilikan senjata, Trump mengatakan, ia akan mengunjungi Las Vegas pada Rabu mendatang.
"Saya memahami, pada momentum seperti ini, kita mencari semacam makna di tengah kekacauan, secercah cahaya dalam kegelapan, jawabannya tidak mudah. Namun, kita bisa mendapat penghiburan dengan menyakini bahwa di ruang tergelap sekalipun bisa dicerahkan oleh seberkas cahaya. Bahkan keputusasaan yang paling mengerikan pun bisa diterangi oleh secercah harapan," kata dia.
Sebelumnya, dalam akun Twitternya, Trump mengucapkan duka cita dan simpati untuk para korban dan keluarganya.
Sementara, Senator Chris Murphy dari Connecticut, seorang pendukung reformasi pembatasan senjata api, menyerukan para koleganya untuk bertindak.
"Ini saatnya Kongres untuk bangkit dan melakukan sesuatu," kata dia.
Polisi Demokrat tersebut berasal dari negara bagian di mana 20 anak-anak dan enam orang dewaswa tewas dalam insiden penembakan massal Sandy Hook pada 2012 menyebut, situasi sudah genting.
"Tak ada di mana pun di muka Bumi, kecuali di AS, penembakan massal mengerikan dalam skala besar terjadi sesering ini," kata dia. "Ini harus dihentikan. Sangat disayangkan rekan-rekan saya di Kongres begitu takutnya dengan dengan industri senjata sehingga mereka berpura-pura tidak ada efek kebijakan publik terhadap epidemi ini."

No comments: