Trump Buka Mulut Terkait Penembakan ISIS di Las Vegas
Sebelumnya disebutkan bahwa tersangka penangkapan adalah Stephen Paddock yang ditemukan tewas di kediamannya. Sehari setelahnya, kelompok militan ISIS mengklaim bahwa penembakan di Las Vegas dilakukan oleh anggotanya.
Klaim serangan ini disampaikan oleh ISIS melalui akun jejaring sosial. "Penyerang di Las Vegas adalah seorang tentara Negara Islam dan melakukan operasi tersebut sebagai respon yang menargetkan negara-negara koalisi," kurang lebih demikian postingan ISIS jika diterjemahkan seperti dilansir dari Newsweek.
Di sisi lain, baru-baru ini Presiden Donald Trump diketahui telah mengunjungi Las Vegas untuk menyampaikan bela sungkawa. Dalam sebuah kesempatan, ia sempat memberikan tanggapan terkait klaim ISIS atas serangan di Las Vegas.
Tanpa berbicara banyak, Trump hanya menjawab singkat dan mengaku tak tahu menahu. "Aku tidak tahu," katanya kepada reporter saat Trump masih berada di pesawat kepresidenan AS, Air Force One.
Sementara itu, FBI mengatakan bahwa ISIS tidak ada hubungannya dengan penembakan di Las Vegas. Salah seorang pejabat dari Amerika Serikat juga mengatakan kepada Newsweek bahwa ISIS mengklaim sesuatu yang tidak berdasar. "Tidak ada indikasi bahwa itu ada hubungannya dengan apapun. Mereka mengklaim banyak hal," katanya.

No comments: