Larangan Imigran Muslim Donald Trump Ternyata Didukung Banyak Warga AS
Kebijakan Donald Trump untuk membatasi imigran dan pengungsi dari sejumlah negara muslim menuai kontroversi. Sejumlah pihak menyuarakan protesnya dan menggelar demonstrasi.
Tidak hanya itu, kecaman juga dilontarkan oleh sejumlah negara lainnya. Mereka menilai jika larangan ini tidak bijak dan merupakan bentuk diskriminasi.
Meski begitu, di Amerika Serikat sendiri peraturan itu rupanya tidak sepenuhnya ditolak oleh rakyat. Berdasarkan hasil survei yang digelar beberapa waktu lalu diketahui jika sekitar 49 persen warga setuju dengan kebijakan ini. 41 persen menolak dan 10 persen lainnya mengaku tidak tahu.
Sedangkan jika dipecah berdasarkan partai maka diketahui jika sekitar 53 persen anggota Partai Demokrat menolak kebijakan ini. Sementara 51 persen partai Republik sangat setuju.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Trump telah mengeluarkan larangan imigran dan pengungsi dari tujuh negara mayoritas muslim memasuki AS selama 120 hari. Negara itu antara lain adalah Iran, Irak, Somalia, Libya, Sudan, Suriah, dan Yaman.

No comments: